ABSTRAK
Pembangunan yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, yang diupayakan melalui berbagai program/proyek, tidak secara otomatis menyelesaikan segala permasalahan sosial ekonomi. Seringkali dalam pelaksanaan pembangunan tersebut terjadi inefisiensi, terutama dalam hal penggunaan dana pembangunan. Inefisiensi penggunaan dana terutama dipengaruhi oleh :
1. Kurangnya akuratnya pemotretan kondisi masyarakat akibat kurang memadainya sediaan data dan kelemahan metode.
2. Pendekatan top down dalam perencanaan pembangunan yang mengandung konsekuensi keterbatasan dalam menganalisis masalah nyata, bersama-sama dengan masalah koordinasi antar sektor.
3. Ego sektoral dan daerah yang menghalangi keterpaduan pembangunan.
4. Keterbatasan tolok ukur keberhasilan pembangunan yang lebih memacu pembangunan fisik yang hasilnya kasat mata.
5. Belum terlaksananya demokratisasi dalam penyusunan rencana, pelaksanaan dan pemantauan pembangunan.
Dalam melakukan pengembangan wilayah di jalur selatan-selatan tentunya harus berpedoman atau mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) pada wilayah pengembangan yaitu Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purworejo. Di samping itu dalam mengatur perwilayahan pembangunan di Jawa Tengah
mengacu pada SWP yang telah ditetapkan/dirumuskan dalam RTRW Propinsi Jawa Tengah.
Ada hal yang penting bahwa Jawa Tengah Bagian Selatan atau “Selatan-Selatan” sudah dimulai persiapan sarana-prasarana yang memungkinkan untuk berkembangnya wilayah tersebut sesuai dengan potensi unggulan masing-masing wilayah kabupaten di wilayah Selatan-Selatan, di antaranya adalah Kabupaten Purworejo dengan rencana pengembangan perikanan dan pelabuhan, Kabupaten Kebumen dengan rencana peningkatan akses jalan selatan-Selatan, potensi sektor perikanan dan sektor pertambangan, serta dari sektor pariwisata pada umumnya, dan sebagainya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan penelitian dan identifikasi beberapa potensi pendukung yang berguna dalam pengembangan wilayah di Jalur Selatan-Selatan.
Penelitian Studi Pendukung Pengembangan Wilayah di Jalur Selatan-Selatan Propinsi Jawa Tengah ini bertujuan untuk. Pertama, merumuskan strategi kebijakan pengembangan kinerja Wilayah di Jalur Selatan-selatan melalui pendekatan lintas sektoral dan lintas wilayah baik antar kabupaten maupun wilayah hinterlandnya (secara fungsional.
Kedua, Memberdayakan potensi sektor-sektor unggulan berbasis lokal melalui identifikasi program pengembangan wilayah yang akan menjadi tanggung jawab pemerintah dan dunia usaha dalam satu kesatuan paket pertumbuhan ekonomi wilayah. Dan Memberikan arahan tentang konsep pengembangan sektor unggulan berdasarkan kebutuhan dan penggalian potensi, serta rencana pertumbuhan makro jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.