ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian dengan tujuan: (1) menyusun masterplan Kawasan Bahari Terpadu di Kabupaten Purworejo dengan analisis potensi sumberdaya dan daya dukung lingkungan, serta (2) membuat feasibility study pelabuhan samudera dengan pertimbangan ekologis, teknis dan sosial-ekonomis.
Metode yang digunakan dalam Penelitian Kawasan Bahari Terpadu (KBT) didasarkan survey secara cepat (rapid survey) dengan pendekatan supply & demand, melalui kajian potensi biogeofisik dan sosial-ekonomi-budaya pesisir, pemetaan zonasi habitat vital, penetapan jenis usaha atau kegiatan yang prospektif untuk dikembangkan, kajian kesesuaian lahan untuk feasibility pelabuhan, serta pembuatan masterplan KBTzonasi kawasan (AZK) berbasis sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis SWOT & LQ. Feasibility study pelabuhan samudera didasarkan pada pertimbangan: ekologis, ekoteknis, sosial ekonomi dan kebijakan sesuai prosedur telah kelayakan lokasi pelabuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
1. Sesuai potensi sumberdaya dan daya dukung lingkungan yang ada, pesisir Selatan Purworejo prospektif untuk dikembangkan sebagai:
a. Kawasan Konservasi
Kawasan konservasi sand-dune di sepanjang sempadan pantai dari Jatimalang sampai Kertojayan
Kawasan konservasi Nyamplung (wind breaker) yang membentang dari Pasar Anom sampai Jatimalang
Kawasan sempadan sungai dan mangrove (Nipah) di Sungai Bogowonto, Sungai Pantai, Sungai Jali dan Sungai Wawar
Kawasan habitat vital berterumbu karang (habitat Lobster) di pantai Jatimalang
b. Kawasan Pemanfaatan (Budidaya)
Kawasan Jatimalang-Jatikontal, potensial dikembangkan sebagai zona budidaya tambak, pertanian/agrobisnis, perikanan tangkap (PPI/TPI) dan ekowisata
Kawasan Keburuhan/Pasirpuncu, potensial dikembangkan sebagai zona wisata tirta, perikanan tangkap, budidaya tambak, stasiun/laboratorium kolaborasi riset kelautan
Kawasan Ketawang-Pasar Anom-Kertojayan, saat ini merupakan daerah penambangan pasir besi, potensial dikembangkan untuk industri jasa kelautan (pelabuhan), perdagangan, industri ramah lingkungan dan agribisnis (Agromarine industry)
2. Berdasarkan pertimbangan ekologis, teknis dan sosial ekonomis, pantai Ketawang layak bersyarat sebagai calon lokasi pelabuhan. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah : studi DED (detail engineering design) dan persetujuan AMDAL, serta jaminan bahwa RKL (rencana kelola lingkungan) akan mampu menanggulangi kerusakan lingkungan sebagai akibat pembangunan pelabuhan pada fase pra-konstruksi-konstruksi dan operasi.
Kata-kata kunci (key words): Master plan, Feasibility study, Pelabuhan samudera,
Kawasan Bahari Terpadu