Abstrak
Salah satu alat eksploitasi sumber daya perikanan tangkap yang utama adalah kapal nelayan.
Karena variatifnya karakteristik wilayah perikanan tangkap di Indonesia termasuk di Jawa Tengah, maka yang terjadi adalah variatifnya jenis dan ukuran kapal nelayan, yang umumnya dibangun tanpa pendekatan ilmiah, mengakibatkan secara teknis kurang laik laut dan relative kurang ekonomis.
Dibutuhkan model kapal nelayan Jawa Tengah yang didisain secara teknis laik laut, secara ekonomis efisien, serta tetap mempertahankan aspek sosio-kulturil masyarakat nelayan lokal.
Ada empat jenis/tipe kapal nelayan pantai selatan Jawa Tengah, yaitu Jukung, Compreng, Duduk, Longline, dengan berbagai ukuran dan alat tangkap.
Dari penelitian ini telah dapat disimpulkan bahwa kapal nelayan di pantai selatan Jawa Tengah yang paling ekonomis dan cukup laik laut, untuk wilayah tangkap sampai 4 mil adalah jenis Jukung fiber bercadik ukuran LOA 8,20 m alat tangkap jaring gillnet 5” dan handline, serta Jukung kayu bercadik ukuran LOA 6,50 m alat tangkap kombinasi gillnet 3” dan handline, yang mampu berangkat dari/mendaratkan ikan ke pesisir(tanpa pelabuhan/dermaga) Cilacap, Kebumen, Purworejo.
Sedangkan untuk wilayah tangkap 4-12 mil adalah kapal jenis Compreng kayu ukuran LOA 10,09 m alat tangkap gillnet 3”, yang mampu berangkat dari/merapat-mendaratkan ikan ke pelabuhan/dermaga ikan Cilacap. Untuk wilayah tangkap 12-200 mil adalah kapal jenis Duduk kayu ukuran LOA 16,15 m alat tangkap gillnet 5,5” dan pancing rawe, yang mampu berangkat dari/merapat-mendaratkan ikan ke pelabuhan/dermaga ikan Cilacap. Untuk wilayah tangkap sampai diatas 200 mil adalah kapal jenis Longline ukuran LOA 25 m alat tangkap longline yang mampu berangkat dari/merapat-mendaratkan ikan ke pelabuhan/dermaga ikan Cilacap.
Compreng, Duduk, dan Longline, belum dapat berangkat dari/mendarat di pesisir Kebumen dan Purworejo, karena di kedua pesisir kabupaten tersebut tidak/belum tersedia fasilitas pelabuhan ikan yang sesuai untuk kebutuhan kapal-kapal tersebut saat berangkat/mendaratkan ikan, seperti TPI/PPI/dermaga yang reperesentatif, SPBU, pergudangan, pabrik es, cold storage, dan break water.